Langsung ke konten utama

Penipuan Berkedok Perusahaan Besar "Chevron Indonesia"

Awal dari sebuah pelajaran adalah mengetahui dari membaca, melihat, dan memahami apa yang terjadi. Seperti biasa setiap pagi hari selalu melakukan pencarian pekerjaan via google yang terdapat berbagai macam lowongan pekerjaan muncul dari pendidikan SD, SLTP, SMU/SMK, hingga Universitas. Suguhan yang diberikan berbagai macam bidang dan keahlian yang menjadi tujuan sang pelamar.

Hampir semua perusahaan yang sedang membutuhkan tenaga kerja yang sesuai dengan pendidikan terakhir, saya lampirkan syarat yang dibutuhkan perusahaan. Saya mencoba untuk mengirim data persyaratan ke berbagai perusahaan besar di Indonesia, tidak terkecuali yang mengatasnamakan "Chevron Indonesia".

Keesokkan harinya saya mendapatkan pesan singkat dari perusahaan tersebut, berikut pesan singkat :
"Kami dari Chevron telah menyeleksi data diri Anda dan mengirim surat panggilan seleksi rekruitmen melalui email Anda, silahkan buka email sekarang juga".

> Kejanggalan 1, perusahaan besar tidak akan mungkin melakukan panggilan tanpa melalui telpon kantor ataupun telpon GSM. Kebanyakan dari perusahaan akan menghubungi melalui telepon kantor. Perusahaan yang bergerak dibidang yang tidak terlalu terkenalpun ia akan menghubungi sang pelamar, saat itu juga.

E-mail pun saya buka, kurang lebih ada 6 lembar lampiran yang berisi beberapa tahapan yang haris diikuti dai sang pembuat lampiran tersebut. Baca-baca dan baca, perlahan tapi pasti membaca satu persatu lembar perlembar. Berikut beberapa gambar yang saya simpan dan saya tunjukkan kepada semua, agar kita lebih selektif dan kritis lagi dalam hal mencari lapangan pekerjaan.

NB : Satu hal lagi yang ingin saya sampaikan kepada semua, pada saat ada panggilan interview tolong untuk mencari alamat yang diberikan dari perusahaan tersebut, cobalah untuk mengecek ke mbah Google kemungkinan adanya berita buruk terkait peng-rekrutan dari perusahaan tersebut dan setiap pengiriman e-mail dengan situs resmi BUKAN situs gmail.com atau yahoo.co
Bacalah....
Hal ini saya lakukan setiap ada panggilan demi kenyamanan, ketelitian, dan terhindar dari hal buruk, hal tersebut menjadikan saya tahu dan Alhamdulillah jauh dari "penipuan" perusahaan tersebut.

Beberapa lampiran yang menurut saya janggal :


Kata Tembusan (pojok bawah kiri)
tidak ada lampiran terkait hal yang tercantum.

Beberapa nama yang menjadi sasaran empuknya.

Setiap pengrekrutan yang dilakukan Perusahaan Besar mana ada kita bayar sendiri. Kita butuh uang ko jadi mengeluarkan uang. Walaupun diiming-imingi dengan gaji besar.

Dengan jauhnya tempat seleksi, mejadikan kita mudah untuk dipengaruhi oleh "penipu" ulung. Asas pemanfaatan akan terjadi, jauh dari orang tua dan mudah untuk mengeluarkan uang, uang, uang dan uang yang "penipu" butuhkan. Ini pasti tidak sedikit uang yang akan keluar.


Untuk membandingkan Chevron Indonesia Asli, berikut beberapa situs websitenya :


Situs Chevron Indonesia, dari kanal karir sudah dijelaskan dan ditegaskan agar berhati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Chevron Indonesia.


Kontak Chevron Indonesia 

Demikian blog yang saya sampaikan semoga bermanfaat untuk kita semua dan ingat kita sedang mencari uang BUKAN mengeluarkan uang.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Petani Indonesia Sudah Sepuh, Menteri Amran Gelorakan ‘Gempita

Rata-rata petani di Indonesia saat ini mulai sepuh. Usianya berkisar 40-50 tahun. Oleh sebab itu, regenerasi petani sangat penting untuk dilakukan. Kementerian Pertanian (Kementan) pun terus mendorong generasi muda untuk bertani lewat Gerakan Pemuda Tani (Gempita). “Tolong pak Kadis (Kepala Dinas), Pemerintah Daerah, Pemerintah Propinsi anak muda ini kita rangkul, negara ini lahir karena pemuda Indonesia. Mereka diajak kita bantu fasilitas alat mesin pertanian, jangan dipersulit,”kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat acara Gempita, di Desa Citaman, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Sabtu (5/8/2017). Amran menambahkan, dari data yang diterima ada sekitar 400.000 pemuda yang mendaftar menjadi pemuda tani. Dia yakin, mereka yang mendaftar akan bertahan mengingat bertani adalah kegiatan yang menguntungkan. Dia juga menyatakan, bertani adalah salah satu cara menekan pengangguran. “Mereka adalah anak-anak kita, adik-adik kita, saudara kita siapapun mereka dan dari berbag...

Musim Hujan Banjir Hati-hati Terkena Leptospirosis

MUSIM hujan, banjir, air menggenang, berhati-hatilah terkena penyakit Leptospirosis. Penyakit yang lebih terkenal dengan Kencing Tikus ini berasal dari kuman Leptospira. Asalnya, bisa dari air got, genangan air dan masuk ke dalam kulit melalui luka yang terbuka. (01/12) Dijelaskan Dokter Umum RS. Taman Harapan Baru, Kaliabang Tengah, dr. Reza Fauzi, penyakit ini tidak bisa dianggap enteng karena, dampak panjangnya bisa menyebabkan penyakit Hati, Ginjal hingga Radang Otak. “Ada juga yang menyebutkan demam lumpur yaitu kaki terkena air got dimana tikus berada akan timbulnya penyakit tersebut,” jelasnya. Gejalanya, mirip dengan gejala penyakit Typus, mual muntah, demam, tulang nyeri dan mata berwarna kuning. Kata dr. Reza, penyakit ini sedang digembor-gemborkan Dinas Kesehatan. Salah satu pencegahannya, bersihkan rumah dari tikus, kaki jangan sampai terluka, rumah yang setelah terkena banjir bersihkan secara menyeluruh.(mg7). Dr. Reza Fauzi Sedang Menangani Pasien Di RS THB...

TUGAS INVESTIGASI (PENINGGALAN SEJARAH)

Pemkab Bekasi Nomor Duakan Peninggalan Sejarah Bangsa yang besar ialah bangsa yang menghargai sejarah . Itulah kata-kata yang sering kali kita dengar, namun juga sering dilupakan. Mengapa demikian?? Seperti yang kita ketahui bahwa bangsa Indonesia pernah mengalami penjajahan. Mulai dari penjajahan yang dilakukan oleh bangsa Belanda selama 350 tahun lamanya. Kemudian datanglah bangsa Jepang yang ingin merebut Indonesia dari tangan Belanda. Indonesia merupakan Negara yang subur dan kaya akan rempah-rempah. Itu lah sebabnya banyak Negara asing yang ingin menguasai Indonesia. Namun berkat perjuangan para pahlawan terdahulu, maka Indonesia dapat melepaskan diri dari penjajahan. Banyak pengobanan yang telah dilakukan oleh para pahlawan demi merubut kembali bumi pertiwi dari tangan musuh. Perang di mana-mana. Tak sedikit pula pejuang yang harus mati di medan perang. Gedung-gedung, jalan-jalan, dan langit pun menjadi saksi bisu perjuangan mereka. Kini setelah 69 merdeka, b...