Langsung ke konten utama

HET DISESUAIKAN KONDISI PASAR

Jakarta – Pengamat ekonomi INDEF (Institute for Development of Economics and Finance), Ahmad Heri Firdaus menyatakan kondisi pasar beras, tidak dapat memukul rata seluruh jenis beras yang dijual. Pasalnya variasi beras berbagai macam dipasaran tentu ada spesifikasi.

Menurut Ahmad, Penentuan HET(Harga Eceran Tertinggi) harus disesuaikan kondisi pasar beras, tidak dapat memukul rata seluruh jenis beras yang dijual. Pasalnya variasi beras berbagai macam dipasaran tentu ada spesifikasi perbedaan harga baik kualitas bawah maupun atas.

“HET yang dikeluarkan pemerintah untuk varian yang mana. Kalau kita lihat data lembaga keuangan dunia ada spesifikasi komoditas misalnya produk A dengan kadar ini harga sekian produk B kadar ini harga sekian dan lain sebagainya,” kata Ahmad saat di kantor INDEF, Kamis (27/07).

Ahmad menambahkan, HET yang diterapkan pemerintah sangat sulit dilapangan dikarenakan berbagai macam varian beras. Jika HET untuk medium, beras dengan kualitas seperti apa pasalnya begitu banyak varian dan sulit dikontrol.

Terkait harga acuan beras yang ditetapkan Permendag Rp 9.500/kg, Ahmad menjelaskan bahwa harga yang ditetapkan pemerintah tidak sesuai,pasalnya harga dilapangan lebih dari yang ditetapkan. Walaupun harga menjelang Ramadhan kemarin stabil di harga yang tinggi. Sementara kita lupa pemerintah sudah mengacu Rp 9.500/kg tapi stabilnya harga di Rp 12.000/kg.

“Kalau kita lihat semua harga acuan ditingkat konsumen dan produsen selalu tidak efektif karena dipasaran jauh lebih tinggi, seakan-akan stabil tapi tinggi apa gunanya harga acuan kalau tidak diacu,”pangkasnya.


Jika pemerintah ingin menetapkan harga (HPP maupun HET), mestinya hanya fokus mengendalikan beras jenis tertentu, yang secara konsisten ada intervensi peran pemerintah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Petani Indonesia Sudah Sepuh, Menteri Amran Gelorakan ‘Gempita

Rata-rata petani di Indonesia saat ini mulai sepuh. Usianya berkisar 40-50 tahun. Oleh sebab itu, regenerasi petani sangat penting untuk dilakukan. Kementerian Pertanian (Kementan) pun terus mendorong generasi muda untuk bertani lewat Gerakan Pemuda Tani (Gempita). “Tolong pak Kadis (Kepala Dinas), Pemerintah Daerah, Pemerintah Propinsi anak muda ini kita rangkul, negara ini lahir karena pemuda Indonesia. Mereka diajak kita bantu fasilitas alat mesin pertanian, jangan dipersulit,”kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat acara Gempita, di Desa Citaman, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Sabtu (5/8/2017). Amran menambahkan, dari data yang diterima ada sekitar 400.000 pemuda yang mendaftar menjadi pemuda tani. Dia yakin, mereka yang mendaftar akan bertahan mengingat bertani adalah kegiatan yang menguntungkan. Dia juga menyatakan, bertani adalah salah satu cara menekan pengangguran. “Mereka adalah anak-anak kita, adik-adik kita, saudara kita siapapun mereka dan dari berbag...

Musim Hujan Banjir Hati-hati Terkena Leptospirosis

MUSIM hujan, banjir, air menggenang, berhati-hatilah terkena penyakit Leptospirosis. Penyakit yang lebih terkenal dengan Kencing Tikus ini berasal dari kuman Leptospira. Asalnya, bisa dari air got, genangan air dan masuk ke dalam kulit melalui luka yang terbuka. (01/12) Dijelaskan Dokter Umum RS. Taman Harapan Baru, Kaliabang Tengah, dr. Reza Fauzi, penyakit ini tidak bisa dianggap enteng karena, dampak panjangnya bisa menyebabkan penyakit Hati, Ginjal hingga Radang Otak. “Ada juga yang menyebutkan demam lumpur yaitu kaki terkena air got dimana tikus berada akan timbulnya penyakit tersebut,” jelasnya. Gejalanya, mirip dengan gejala penyakit Typus, mual muntah, demam, tulang nyeri dan mata berwarna kuning. Kata dr. Reza, penyakit ini sedang digembor-gemborkan Dinas Kesehatan. Salah satu pencegahannya, bersihkan rumah dari tikus, kaki jangan sampai terluka, rumah yang setelah terkena banjir bersihkan secara menyeluruh.(mg7). Dr. Reza Fauzi Sedang Menangani Pasien Di RS THB...

TUGAS INVESTIGASI (PENINGGALAN SEJARAH)

Pemkab Bekasi Nomor Duakan Peninggalan Sejarah Bangsa yang besar ialah bangsa yang menghargai sejarah . Itulah kata-kata yang sering kali kita dengar, namun juga sering dilupakan. Mengapa demikian?? Seperti yang kita ketahui bahwa bangsa Indonesia pernah mengalami penjajahan. Mulai dari penjajahan yang dilakukan oleh bangsa Belanda selama 350 tahun lamanya. Kemudian datanglah bangsa Jepang yang ingin merebut Indonesia dari tangan Belanda. Indonesia merupakan Negara yang subur dan kaya akan rempah-rempah. Itu lah sebabnya banyak Negara asing yang ingin menguasai Indonesia. Namun berkat perjuangan para pahlawan terdahulu, maka Indonesia dapat melepaskan diri dari penjajahan. Banyak pengobanan yang telah dilakukan oleh para pahlawan demi merubut kembali bumi pertiwi dari tangan musuh. Perang di mana-mana. Tak sedikit pula pejuang yang harus mati di medan perang. Gedung-gedung, jalan-jalan, dan langit pun menjadi saksi bisu perjuangan mereka. Kini setelah 69 merdeka, b...