Langsung ke konten utama

Lahan Kosong Dimanfaatkan Warga Kohod Untuk Bercocok Tanam

Demi membangun desa yang mampu meningkatkan kualitas hidup warga, program yang diinisiasi Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE Kabinet Kerja),di desa Kohod, Pakuhaji, Tanggerang, Banten, ditetapkan sebagai proyek percontohan kampung sejahtera, (02/08).

Mewujudkan Desa Kohod sejahtera, Kementerian Pertanian melakukan kegiatan program Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan/Pembangunan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banten, Muhammad Yusron mengatakan program tersebut sudah berjalan sejak 2012.

“Program KRPL sudah berjalan sejak 2012, tapi di Desa Kohod baru berjalan 2016 lalu dan membuahkan hasil yang luar biasa,” kata Muhammad Yusron.

Pekarangan yang dimiliki warga setempat dapat dimanfaatkan dengan baik, seperti bercocok tanam dan dapat membuahkan hasil untuk kebutuhan mereka. Program KRPL memberikan bantuan bahan tanaman sayuran, buah-buahan, tanaman perkebunan, serta bantuan ayam kampung unggul.

Dampak dari program tersebut dapat merubah pola pikir dan pola perilaku warga. Melalui program ini, setelah melewati panen tiga kali musim pada lokasi demplot maka terbukalah antusisme warga untuk memanfaatkan pekarangan untuk memperoleh penghasilan tambahan atau minimal mengurangi pengeluaran membeli cabai dan tomat untuk keperluan sehari-hari.


Dalam program tersebut pemerintah memberikan bantuan berupa, bibit tanaman berbagai ragam sayuran, tanaman obat keluarga, 520 ekor ayam unggul dilengkapi dengan kandang ayam dan alat netas, pakan dan obat-obatan, 150 bibit buah-buahan seperti mangga, jambu air, rambutan, 16 unit alat mesin pertanian, kebun bibit desa sebagai tempat penyiapan bibit sayuran, serta dukungan dan pelatihan pemanfaatan lahan pekarangan dan pengolahan hasil pertanian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUGAS INVESTIGASI (PENINGGALAN SEJARAH)

Pemkab Bekasi Nomor Duakan Peninggalan Sejarah Bangsa yang besar ialah bangsa yang menghargai sejarah . Itulah kata-kata yang sering kali kita dengar, namun juga sering dilupakan. Mengapa demikian?? Seperti yang kita ketahui bahwa bangsa Indonesia pernah mengalami penjajahan. Mulai dari penjajahan yang dilakukan oleh bangsa Belanda selama 350 tahun lamanya. Kemudian datanglah bangsa Jepang yang ingin merebut Indonesia dari tangan Belanda. Indonesia merupakan Negara yang subur dan kaya akan rempah-rempah. Itu lah sebabnya banyak Negara asing yang ingin menguasai Indonesia. Namun berkat perjuangan para pahlawan terdahulu, maka Indonesia dapat melepaskan diri dari penjajahan. Banyak pengobanan yang telah dilakukan oleh para pahlawan demi merubut kembali bumi pertiwi dari tangan musuh. Perang di mana-mana. Tak sedikit pula pejuang yang harus mati di medan perang. Gedung-gedung, jalan-jalan, dan langit pun menjadi saksi bisu perjuangan mereka. Kini setelah 69 merdeka, b...

Perbedaan Konten Media Cetak

 Media Cetak Media Harian Nasional Kompas (Pita) Media Harian Kota Besar Warta Kota (Eva) Media Harian Pinggiran Reaksi Bekasi (Sabrina) 1.        Slogan “Amanat Hati Nurani Rakyat” “Menjunjung dan Menyuarakan Kebenaran” 2.        Terdiri 40 halaman 18 halaman 11 halaman 3.        Dengan harga Rp. 4.500 seluruh Indonesia 3.000 se-Jabodetabek 2.000 se-Bekasi 4.        Rublik -   utama (Headline)  -  Politik dan Hukum  -  Opini -   Internasional  -  Pendidikan dan   Kebudayaan, Lingkungan dan Kesehatan -   Ilmu Pengetahuan dan Teknologi -   Umum -   Sosok -   Ekonomi  -  Nusantara -  Metropolitan -  Olahra...

Kelurahan Kaliabang Tengah Galakan Kerja Bakti Sebelum Apel

Lurah Kaliabang Tengah, Ariabudi membiasakan para pegawai untuk melakukan aksi kebersihan di lingkungan Kelurahan sebelum dilaksanakannya apel pagi. Katanya, aksi ini selain dapat meningkatkan kebersihan sekaligus menanamkan rasa memiliki terhadap tempat kerja. “Sudah kewajiban setiap sebelum apel melakukan kebersihan, bila lingkungan bersih maka suasana kerja juga akan semakin baik dan kondusif. Ini yang mau saya tanamkan dari aksi ini,” ujarnya saat berbincang dengan Gobekasi, Kamis (6/11). Ariabudi menegaskan, pihaknya tak segan-segan memberi sanksi keras kepada pegawai yang malas bersih-bersih dan terlambat apel pagi. “Jumlah staff PNS kelurahan terdiri dari 12 orang selebihnya anak-anak magang, biasanya yang sering terlambat dari anak magang,” katanya. “Setiap kegiatan apel jika ada staff yang terlambat maka pihak Lurah melakukan teguran yang sudah ditentukan sebagai peraturan kelurahan.” tandasnya (mg7) Lurah Kaliabang Tengah, Ariabudi saat memimpin apel pagi ...