Langsung ke konten utama

Kementan Dongkrak Kualitas SDM Pertanian

Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendongkrak kapasitas sumber daya manusia pertanian.
Kepala BPPSDMP Momon Rusmono menyatakan ada tiga pilar yang menjadi fokus utama untuk mendongkrak kualitas SDM pertanian yaitu pendidikan, pelatihan, penyuluhan. Program utama pada aspek pendidikan adalah transformasi pendidikan tinggi pertanian.
“Dampak dari transformasi pendidikan adalah untuk meningkatkan kompetensi dengan menciptakan wirausaha muda dan tenaga ahli,” kata Momon kepada pers di Jakarta, Senin (14/08/2017).
Momon menyatakan orientasi pendidikan tinggi pertanian ada dua yaitu wirausaha muda atau menciptakan lapangan kerja dan menciptakan tenaga ahli untuk memenuhi kebutuhan pertanian.
Dia melanjutkan, terbentuknya SDM pertanian secara profesional mandiri dan berdaya saing bisa mendukung upaya mewujudkan kedaulatan pangan.  Hal tersebut akan berdampak pada peningkatan pendapatan petani hingga mengantarkan terwujudnya kesejahteraan petani. Sabrina



Editor : Sugi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUGAS INVESTIGASI (PENINGGALAN SEJARAH)

Pemkab Bekasi Nomor Duakan Peninggalan Sejarah Bangsa yang besar ialah bangsa yang menghargai sejarah . Itulah kata-kata yang sering kali kita dengar, namun juga sering dilupakan. Mengapa demikian?? Seperti yang kita ketahui bahwa bangsa Indonesia pernah mengalami penjajahan. Mulai dari penjajahan yang dilakukan oleh bangsa Belanda selama 350 tahun lamanya. Kemudian datanglah bangsa Jepang yang ingin merebut Indonesia dari tangan Belanda. Indonesia merupakan Negara yang subur dan kaya akan rempah-rempah. Itu lah sebabnya banyak Negara asing yang ingin menguasai Indonesia. Namun berkat perjuangan para pahlawan terdahulu, maka Indonesia dapat melepaskan diri dari penjajahan. Banyak pengobanan yang telah dilakukan oleh para pahlawan demi merubut kembali bumi pertiwi dari tangan musuh. Perang di mana-mana. Tak sedikit pula pejuang yang harus mati di medan perang. Gedung-gedung, jalan-jalan, dan langit pun menjadi saksi bisu perjuangan mereka. Kini setelah 69 merdeka, b...

Perbedaan Konten Media Cetak

 Media Cetak Media Harian Nasional Kompas (Pita) Media Harian Kota Besar Warta Kota (Eva) Media Harian Pinggiran Reaksi Bekasi (Sabrina) 1.        Slogan “Amanat Hati Nurani Rakyat” “Menjunjung dan Menyuarakan Kebenaran” 2.        Terdiri 40 halaman 18 halaman 11 halaman 3.        Dengan harga Rp. 4.500 seluruh Indonesia 3.000 se-Jabodetabek 2.000 se-Bekasi 4.        Rublik -   utama (Headline)  -  Politik dan Hukum  -  Opini -   Internasional  -  Pendidikan dan   Kebudayaan, Lingkungan dan Kesehatan -   Ilmu Pengetahuan dan Teknologi -   Umum -   Sosok -   Ekonomi  -  Nusantara -  Metropolitan -  Olahra...

Sang Juara yang Terlupakan (Tati Sumirah)

Suasana pagi sungguh sangat cerah,  pada saat itu daerah kranji seperti biasa padat merayap karena ada perbaikkan jalan. Tujuan saya hari ini adalah bertemu Tati Sumirah di daerah Tebet, saya menggunakan kereta api atau yang lebih dikenal sekarang commuterline .  Seletah sampai ditempat tujuan, yaitu Apotek Ratu yang tidak jauh dari St. Tebet dimana apotek tersebut adalah tempat dahulu Tati Sumirah bekerja. Info tersebut saya dapatkan dari situs blog dimana orang tersebut pernah mewawancarai beliau pada saat Tati Sumirah masih bekerja di apotek. Saya bertanya kepada salah seorang kasir apotek Ratu, menjelaskan kedatangan saya untuk bertemu dengan Tati Sumirah, tapi sayang ia sudah tidak lagi bekerja, dari 10 tahun yang lalu. Saya mencoba meminta alamatnya, dan saya pun mengatakan kalau saya adalah saudaranya yang hendak sekali bertemu dengan Tati Sumirah, agar meyakinkan mereka untuk dapat memberikan informasi yang tepat. Alhasil karyawan tersebut hanya menjelaska...