Langsung ke konten utama

Perhatikan Ini Sebelum "Bleaching" Gigi

MEMUTIHKAN gigi atau bleaching, belakangan ini mulai menjadi tren di masyarakat. Tidak hanya wanita, pria pun banyak yang melakukannya. Namun, menurut Prima Natalia Dinova, dokter gigi dari Klinik Mitra Sana Bekasi Barat, tidak semua orang bisa melakukan pemutihan gigi. Ada beberapa syarat yang harus diperhatikan.
Natalia menjelaskan, hal pertama yang harus diperhatikan adalah memastikan kondisi giginya tidak berlubang. Karena gel pemutih yang digunakan bisa membuat kondisi gigi berlubang semakin parah.
“Kalau mau di-bleaching, gigi yang berlubang harus ditambal dulu. Kondisi gusi juga harus sehat. Jadi karang giginya harus dibersihkan,” kata Natalia saat berbincang dengan Gobekasi di ruang praktiknya, Senin (17/11).
Lanjut Natalia, Bila mengalami gingivitis atau radang gusi,bleaching juga tidak bisa dilakukan, “Radang gusinya harus diobati dulu. Karena kalau dibiarkan justru bisa mengakibatkan komplikasi,” imbuhnya.
Penyebab perubahan warna pada gigi, lanjut Natalia, terbagi menjadi dua. Pertama kartena faktor intrinsik atau dari dalam, seperti mengkonsumsi obat-obatan. Kedua karena faktor ekstrinsik atau dari luar, seperti minum kopi dan minuman dengan zat pewarna.
“Perubahan tersebut sebenarnya bisa kita atasi dengan cara alami, seperti makan buah strowbery dan apel, walau prosesnnya lama namun cara ini cukup aman,” jelasnya.
Natalia menambahkan, bahan bleaching yang lazim digunakan adalah hidrogen peroksida. Walau bisa dilakukan sendiri di rumah (home bleaching), namun penggunaan bahan ini harus mendapatkan pengawasan dari dokter gigi.

“Selain itu, jika roses dari pemutihan gigi terlalu sering dilakukan juga akan berdampak pada kerusakan email gigi. Pemutihan Gigi secara alami jauh lebih baik dibandingkan menggunakan bahan kimia.” tandasnya. (mg7)

Prima Natalia Dinova, Dokter General Practice dari Klinik Mitra Sana Jalan Pejuang Jaya IV, Medan Satria, Bekasi Barat. Menurutnya, tidak semua orang bisa melakukan pemutihan gigi. Ada beberapa syarat yang harus diperhatikan. FOTO : Sabrina/Gobekasi(17/11)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUGAS INVESTIGASI (PENINGGALAN SEJARAH)

Pemkab Bekasi Nomor Duakan Peninggalan Sejarah Bangsa yang besar ialah bangsa yang menghargai sejarah . Itulah kata-kata yang sering kali kita dengar, namun juga sering dilupakan. Mengapa demikian?? Seperti yang kita ketahui bahwa bangsa Indonesia pernah mengalami penjajahan. Mulai dari penjajahan yang dilakukan oleh bangsa Belanda selama 350 tahun lamanya. Kemudian datanglah bangsa Jepang yang ingin merebut Indonesia dari tangan Belanda. Indonesia merupakan Negara yang subur dan kaya akan rempah-rempah. Itu lah sebabnya banyak Negara asing yang ingin menguasai Indonesia. Namun berkat perjuangan para pahlawan terdahulu, maka Indonesia dapat melepaskan diri dari penjajahan. Banyak pengobanan yang telah dilakukan oleh para pahlawan demi merubut kembali bumi pertiwi dari tangan musuh. Perang di mana-mana. Tak sedikit pula pejuang yang harus mati di medan perang. Gedung-gedung, jalan-jalan, dan langit pun menjadi saksi bisu perjuangan mereka. Kini setelah 69 merdeka, b...

Perbedaan Konten Media Cetak

 Media Cetak Media Harian Nasional Kompas (Pita) Media Harian Kota Besar Warta Kota (Eva) Media Harian Pinggiran Reaksi Bekasi (Sabrina) 1.        Slogan “Amanat Hati Nurani Rakyat” “Menjunjung dan Menyuarakan Kebenaran” 2.        Terdiri 40 halaman 18 halaman 11 halaman 3.        Dengan harga Rp. 4.500 seluruh Indonesia 3.000 se-Jabodetabek 2.000 se-Bekasi 4.        Rublik -   utama (Headline)  -  Politik dan Hukum  -  Opini -   Internasional  -  Pendidikan dan   Kebudayaan, Lingkungan dan Kesehatan -   Ilmu Pengetahuan dan Teknologi -   Umum -   Sosok -   Ekonomi  -  Nusantara -  Metropolitan -  Olahra...

Contoh Berita Radio

Silat Bekasi Mulai Terkikis BLOK 1                                         Suasana pertunjukkan 150714 Pencak silat memang sudah tidak menjadi sorotan dikalangan remaja Bekasi sekarang ini. Namun, dengan adanya sanggar di berbagai daerah Bekasi menjadikan silat menunjukkan keberadaannya. 150714 Edy, sang pelatih silat gado-gado betawi menjelaskan, keberadaan silat sekarang ini semakin kurang diminati dikalangan remaja. Padalah sebagai anak bangsa harus dapat melestarikan kebudayaan yang kita miliki. 150714 Edy, sebagai pelatiha n ha rus dapat menjaga kebudayaansilatdenganmengadakan event   agar dapatmengajaksemua orang darikalanganremajahingga orang dewasa ikut melestarikan silat yang ada di Bekasi. 150714 (EDY – soal melestarikan keb...