Langsung ke konten utama

Berita Veteran

GELAR VETERAN HARUS MEMENUHI SYARAT

Pahlawan, siapa yang tak kenal dengan gelar tersebut. Dari kecil sudah dikenalkan tentang pahlawan baik pengorbanannya, jasanya, perjuangannya. Hari pahlawan yang jatuh pada 10 november mengingatkan kita kepada sosok Edi B seorang Veteran yang ada di Tambun.

Arti Veteran dalam bahasa prancis adalah Pahlawan,  Veteran merupakan gelar tertinggi. Seseorang yang berperang melawan sekutu atau disebut Pejuang ‘45 . Sangat berbeda dengan gelar sebagai Jendral tapi tidak pernah angkat sentaja melawan Belanda tidak dapat anugrah gelar pahlawan.

Edi yang sudah berusia 86 tahun, masih semangat menjelaskan perjuangannya melawan sekutu. Bahasa Belanda yang ia sampaiakan membuat tercengang, memang tidak dipungkiri seorang yang masuk dalam PKRI pasti bisa berbahasa Belanda.

Sosok tua dan semangat yang terlihat dalam ucapannya membuat kita berpikir bahwa perjuangannya melawan sekutu tidak pernah redup. Dan setiap jam, hari, tanggal, bulan maupun tahun ia masih mengingatnya.

Di Veteran Bekasi Edi menjabat sebagai Itpolkam (bagian politik dan keamanan). Di Bekasi ada 200 orang veteran yang terdiri dari PKRI, TIM-TIM, DWIKORA DAN TRIKORA. Mayoritas yang dari PKRI bisa berbahasa Belanda. Sedangkan Tim-Tim,Dwikora dan Trikora adalah veteran pembela yang didalamnya pemuda.

Kehidupan Edi saat ini sangat memprihatinkan, karena hanya mendapatkan tunjangan alakadarnya 1juta.  Dibandingkan dengan Militer sekarang jadi prajurit mendapatkan 3,5 juta.  Di hari kemerdekaan maupun hari pahlawan Edi hanya mendapatkan uang 200 ribu.

Tentara sekarang  meninggal mendapatkan 3.5 juta sedangkan Veteran hanya 300 ribu saja. Mereka beranggapan bahwa Veteran sudah bau tanah, sudah ditunggu di liang kubur tidak berguna.Salah  seorang Bupati pun mengatakan demikian.

Masyarakat yang awam pun jika melihat Tentara menyanjung-nyanjung, tapi  kalau Veteran mereka mengatakan besi tua dan bau tanah. Padahal Veteran cikal bakal Tentara Nasional.

“Harapanya, Pemerintah seharusnya dapat memberikan perhatian yang lebih kepada Veteran yang ada di Indonesia seperti perumahan, jaminan pensiun yang sesuai TNI bukan tunjangan saja”,jelas Edi.

Atika Dewi (26) karyawan, bahwa Veteran kehidupannya tidak sesuai dengan perjuangannya, pemerintah kurang memperhatikan mereka. Rasa ingin membantu ada tapi mau bagaimana saya saja susah.

Usman Said selaku pasukan pemadam kebakaran yang ditanykan di tempat berbeda mengatakan, Jangankan Veteran saya yang diakui negara saja kurang. Veteran kurang terjamin kehidupannya.

Usman menambahkan, bahwa pemerintah kurang menghargai jasa-jasa. Pensiun harus disesuaikan dengan pangkatnya. Banyak yang tidak terjamin tapi mau mengeluh dengan siapa lagi.

Dinas Sosial Hj. Ismaati B. SC yang ditemui (14/11) mengatakan, bahwa dinas sosial tidak memiliki kegiatan apapun pada hari pahlawan. Bantuan yang dikeluarkan setiap bulan bukan dari Dinas Sosial tetapi dari Propinsi.

Ismaati yang bergelar KASI Pengembangan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial Kota Bekasi menambahkan,  Gelar pengusulan Kepahlawanan harus memenuhi syarat yang ditentukan oleh Propinsi. Jika tidak sesuai maka gelar tidak di dapat.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUGAS INVESTIGASI (PENINGGALAN SEJARAH)

Pemkab Bekasi Nomor Duakan Peninggalan Sejarah Bangsa yang besar ialah bangsa yang menghargai sejarah . Itulah kata-kata yang sering kali kita dengar, namun juga sering dilupakan. Mengapa demikian?? Seperti yang kita ketahui bahwa bangsa Indonesia pernah mengalami penjajahan. Mulai dari penjajahan yang dilakukan oleh bangsa Belanda selama 350 tahun lamanya. Kemudian datanglah bangsa Jepang yang ingin merebut Indonesia dari tangan Belanda. Indonesia merupakan Negara yang subur dan kaya akan rempah-rempah. Itu lah sebabnya banyak Negara asing yang ingin menguasai Indonesia. Namun berkat perjuangan para pahlawan terdahulu, maka Indonesia dapat melepaskan diri dari penjajahan. Banyak pengobanan yang telah dilakukan oleh para pahlawan demi merubut kembali bumi pertiwi dari tangan musuh. Perang di mana-mana. Tak sedikit pula pejuang yang harus mati di medan perang. Gedung-gedung, jalan-jalan, dan langit pun menjadi saksi bisu perjuangan mereka. Kini setelah 69 merdeka, b...

Perbedaan Konten Media Cetak

 Media Cetak Media Harian Nasional Kompas (Pita) Media Harian Kota Besar Warta Kota (Eva) Media Harian Pinggiran Reaksi Bekasi (Sabrina) 1.        Slogan “Amanat Hati Nurani Rakyat” “Menjunjung dan Menyuarakan Kebenaran” 2.        Terdiri 40 halaman 18 halaman 11 halaman 3.        Dengan harga Rp. 4.500 seluruh Indonesia 3.000 se-Jabodetabek 2.000 se-Bekasi 4.        Rublik -   utama (Headline)  -  Politik dan Hukum  -  Opini -   Internasional  -  Pendidikan dan   Kebudayaan, Lingkungan dan Kesehatan -   Ilmu Pengetahuan dan Teknologi -   Umum -   Sosok -   Ekonomi  -  Nusantara -  Metropolitan -  Olahra...

Kelurahan Kaliabang Tengah Galakan Kerja Bakti Sebelum Apel

Lurah Kaliabang Tengah, Ariabudi membiasakan para pegawai untuk melakukan aksi kebersihan di lingkungan Kelurahan sebelum dilaksanakannya apel pagi. Katanya, aksi ini selain dapat meningkatkan kebersihan sekaligus menanamkan rasa memiliki terhadap tempat kerja. “Sudah kewajiban setiap sebelum apel melakukan kebersihan, bila lingkungan bersih maka suasana kerja juga akan semakin baik dan kondusif. Ini yang mau saya tanamkan dari aksi ini,” ujarnya saat berbincang dengan Gobekasi, Kamis (6/11). Ariabudi menegaskan, pihaknya tak segan-segan memberi sanksi keras kepada pegawai yang malas bersih-bersih dan terlambat apel pagi. “Jumlah staff PNS kelurahan terdiri dari 12 orang selebihnya anak-anak magang, biasanya yang sering terlambat dari anak magang,” katanya. “Setiap kegiatan apel jika ada staff yang terlambat maka pihak Lurah melakukan teguran yang sudah ditentukan sebagai peraturan kelurahan.” tandasnya (mg7) Lurah Kaliabang Tengah, Ariabudi saat memimpin apel pagi ...