BEKASI, UNISMA – Maraknya kampanye hitam (black campaign) jelang pemilu presiden
(pilpres) mendatang yang terang menderang demi merebut suara pemilih. Jalan
pintas ditempuh para pendukung, sekelompok orang menggiring isu bernuansa suku
dan agama.
Kampanye hitam sebagai strategi cepat, untuk menghajar
lawan. Kandidat tidak kuat, tidak mampu bersaing maka maraknya kampanye hitam
tidak sehat dalam demokrasi karena isinya fitnah dan manipulasi.
Menurut pakar politik Universitas Indonesia, Boni Hargens menjelaskan “kampanye hitam itu muncul dari kandidat yang secara ilmiah yang tidak sanggup bersaing atau mengganggap lawannya terlalu kuat, kenapa kampanye hitam karena efeknya cepat ke masyarakat”,jelasnya.
Dosen Universitas Indonesia, Boni Hargens saat ditemui di acara seminar pemilihan umum presiden di Unisma Bekasi, Senin (1606) menuturkan tentang kampanye hitam yang sedang marak cepat mempengaruhi masyarakat, ia juga mengatakan agar masyarakat dapat memilih dengan akal sehat bukan dari pemberitaan yang simpang siur di media.
“Masyarakat dapat menggali informasi dan media kelas menengah dapat menginformasi khusus dan mendidik sehingga prosesnya alamiah”, tegasnya.
Komentar
Posting Komentar